Showing posts with label industri energi. Show all posts
Showing posts with label industri energi. Show all posts

Monday, 11 November 2013

Pemadaman listrik yang melumpuhkan India

Pada musim panas lalu, lebih dari 700 juta orang terkena dampak pemadaman listrik di seluruh  India. Para dokter di tengah operasinya dan mahasiswa yang tengah ujian turut merasakan dampaknya. Pemadaman listrik ini mulai menjadi budaya baru di India. Dampak berikutnya dari pemadaman tersebut kemungkinan dapat melumpuhkan perekonomian negara.

Kalangan usaha beramai-ramai membeli generator cadangan untuk mengatasi hal tersebut. Namun generator ini bekerja menggunakan bahan bakar mineral sebagaimana halnya generator disel, yang jelas berkontribusi terhadap meningkatnya pencemaran lingkungan. Rumah sakit-rumah sakit pun mulai melaporkan adanya peningkatan kasus penyakit jantung dan asma.
Sementara hal ini terus berlangsung, 400 juta penduduk India masih tetap hidup tanpa mendapatkan akses listrik tetap sebagaimana mestinya.
Langkah selanjutnya adalah mengenalkan pasar pada sumber energi alternatif yang ramah lingkungan.  SH-Box dari NRGLab adalah generator yang ideal. Dijalankan dengan inti polikristal yang handal, terbarukan dan tanpa ada emisi karbondioksida yang dapat mengotori atmosfir bumi. Tak ada yang lebih bersih dari ini!  SH-Box dapat dengan segera menggantikan generator disel di India juga dan dapat turut berperan serta memperbaiki lingkungan dan perekonomian India.
India sedang mengalami pertumbuhan di berbagai sektor. Perusahaan, kota-kota dan  para pejabat publik sedang berusaha mencari tahu cara terbaik mempertahankan pertumbuhan ini secara bertanggung jawab. Baru-baru ini pemerintah India mengumumkan rencananya untuk melipatgandakan energi bersih dari yang diproduksi pada tahun 2007. Untuk memenuhi kuota tersebut,  mereka mungkin memerlukan sedikit bantuan dari NRGLab.
Silakan kunjungi situs web NRGLab di nrglab.asia untuk membaca lebih lanjut mengenai revolusi SH-box.

Diterjemahkan dari Bahasa Inggris, artikel asli di publikasikan tanggal di 28 April: http://nrglabjohnwish.wordpress.com/2013/04/28/power-blackouts-crippling-india/
Pemadaman listrik, Pemadaman listrik India, energi, alternative energy, nrglab, nrglab sh-box, sh-box, industri energi, nrglab asia, nrglab singapore ]

Monday, 4 November 2013

Ketika Tumpahan Minyak Terjadi Disekitar Pemukiman Penduduk

Anda pikir tumpahan minyak hanya terjadi di tengah-tengah lautan?  Ternyata Anda salah.
Jalur pipa Pegasus meledak di kota pinggiran Mayflower, Arkansas, memuntahkan sekitar 5.000 barel minyak mentah ke jalanan. 60 keluarga terkena dampaknya dan 22 keluarga di antaranya terpaksa harus mengungsi dari rumah mereka. Halaman belakang yang dulunya tempat berkebun dan bermain, sekarang berubah menjadi kolam minyak yang menjijikkan.

Apakah ini merupakan bukti terakhir yang dapat kita toleransi? Hingga kecelakaan ini terjadi, banyak orang melihat bahaya pengangkutan minyak mentah hanya dari sudut pandang ekologi semata.  Kita memikirkan semua gambaran ikan-ikan, burung-burung, anjing laut yang berlumuran minyak, dibersihkan oleh para relawan penyelamat.  Pernahkan kita membayangkan  anak-anak kecil yang ada di sana, bukan hewan?
Dalam pernyataan yang dikeluarkan hari Jum’at, ExxonMobil mengklaim bahwa “Selain pemerintah federal, negara bagian, lokal responden, ada sekitar 600 orang bereaksi terhadap kecelakaan tersebut.  Satwa liar yang terkena dampaknya termasuk bebek, kura-kura, seekor berang-berang dan tikus air. Empat belas ekor bebek mati, seekor berang-berang dan dua ekor kura-kura juga ditemukan mati.“
Namun, coba pikirkan tentang semua konsekuensi yang tidak terlihat.  Pasokan air yang tercemar. Panen yang gagal. Penyakit. Kematian dini. Ketika bahan-bahan berbahaya muncul ke permukaan, akan sulit memprediksi akibatnya mengingat begitu banyak rantai ekosistem yang terkait.
Transportasi minyak semakin dekat saja dengan pemukiman penduduk.  Terlalu dekat malah, begitulah menurut dua orang perempuan yang tinggal di dekat pipa yang pecah. Mereka mengajukan tuntutan hukum sebesar 5 juta dolar terhadap ExxonMobil dengan alasan “penyusutan nilai properti secara permanen.”
Salah seorang pengacara yang terlibat dalam kasus tersebut, Phillip Duncan, mengklaim  bahwa melihat kerusakan lingkungan yang langsung terjadi, bagian jalur pipa yang pecah tersebut dalam keadaan “tidak aman”, cacat, dan kurang baik.
ExxonMobil menegaskan bahwa seluruh inspeksi yang mereka lakukan tetap aktual. (Bukankah mereka awalnya juga mengatakan hal yang sama tentang tumpahan minyak BP?) Jalur pipa Pegasus dibuat tahun 1947, sepanjang 858 mil dari Patoka, Illinois hingga Texas Gulf Coast, membentang dari barat laut ke ujung tenggara Arkansas.  Saat ini sedang tidak beroperasi. Untuk mengoperasikan jalur pipa ini lagi, ExxonMobil harus mendapatkan otorisasi tertulis dari pejabat keselamatan jalur pipa federal.
Penyebab tumpahan minyak masih dalam penyelidikan.  Pada saat pemerintah mengidentifikasi pelakunya, mungkin bahaya pengangkutan minyak domestik sudah akan menjadi begitu nyata sehigga para politisi tidak punya pilihan selain mengikuti keinginan publik dan akan mendorong perubahan nyata terhadap infrastruktur energi kita.
NRGLab siap menjadi kekuatan untuk perubahan tersebut. Dengan mengembangkan alternatif hemat biaya dibandingkan cara tradisional produksi minyak, bisa dikatakan mungkin pipa minyak tidak akan diperlukan lagi. NRGLab mempunyai teknologi untuk mengekstrak minyak,  mulai dari batu bara berkalori rendah hingga limbah pertanian –dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
Untuk mengetahui lebih jauh tentang upaya-upaya NRGLab untuk menemukan kembali dan merevitalisasi infrastruktur energi dunia, silakan kunjungi www.nrglab.asia.

Diterjemahkan dari Bahasa Inggris, artikel asli di publikasikan tanggal di 7 April: http://nrglabjohnwish.wordpress.com/2013/04/07/a-spill-too-close-to-home/
Tumpahan Minyak, Mayflower, Arkansas, ExxonMobil, Illinois hingga Texas Gulf Coast, oil exploded, energi, nrglab sh-box, nrglab asia, industri energi ]

Thursday, 24 October 2013

Hari Bumi 2013: Bukankah Seharusnya Setiap Hari?

192 negara di seluruh dunia akan merayakan Hari Bumi besok, hari di mana kita semua bersama-sama membahas berbagai kemungkinan solusi bagi pemanasan global seraya mempromosikan contoh-contoh positif aksi masyarakat.


The Earth Day Network akan menyoroti gerakan daur ulang, pameran khusus NASA, juga pasar petani dari desa. Tema Hari Bumi 2013 adalah “wajah perubahan iklim,” kata Bryan Buchanan, juru bicara untuk jaringan ini. Mereka akan menyiarkan cerita-cerita yang menginspirasi dan foto-foto yang dikirim secara online oleh para pengguna yang ingin memastikan agar suara mereka dan berbagai upaya yang mereka lakukan mendapat tempat semestinya.

Pemanasan global “mempunyai konsekuensi nyata bagi orang-orang kebanyakan,” ungkap Buchanan. “Kita ingin memperkecil persoalan masif ini.  Dengan demikian setiap orang yang mengerjakan hal-hal kecil merasa terhubung dengan gerakan lingkungan yang lebih besar.”

Di antara foto-foto yang ditampilkan, orang dapat melihat portofolio yang diambil dari peristiwa Badai Sandy dan upaya bantuan heroik yang dilakukan setelahnya. Badai yang menghancurkan pantai timur AS adalah salah satu tren baru yang mengganggu, yaitu ‘badai super’ yang disebabkan oleh mencairnya puncak es di kutub dan variasi arus lautan.

Masalah lain yang dibahas adalah deforestasi. Kelompok-kelompok seperti The Forest Service and Bureau of Land Management perlu mendapatkan dukungan publik untuk terus mempertahankan hutan-hutan kita. Dari hutan hujan tropis Amazon hingga Redwood Kalifornia, pohon-pohon menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Kadar karbon sudah berada di luar batas. Membabat pohon lebih banyak lagi akan meningkatkan laju pemanasan global. Selain itu, melindungi hutan-hutan kita berarti melindungi ekosistem tempat kita hidup.Kehidupan alam liar. Air. Semua aspek kehidupan yang saling berkaitan and semua tergantung bagaimana kita menuntun jaringan kita. 

Sayangnya, karena krisis ekonomi global, pemerintah mulai mengorbankan lingkungan demi merangsang terciptanya lapangan kerja dan belanja konsumen. Negara bagian Oregon, misalnya, dulu mempunyai hutan-hutan prasejarah yang lebat. Sekarang, berkat penebangan hutan yang berlebihan dan penanaman kembali yang tidak seimbang, tanahnya menjadi sekarat, baik fisik maupun fiskalnya.

Komunitas local, bahkan pemerintah seharusnya bekerja untuk menciptakan arus pemasukan yang stabil tanpa harus mengeruk sumber daya alam dari bumi kita. Saya piker kita semua dapat menyepakati bahwa planet yang layak dihuni sama pentingnya dengan mata pencaharian seseorang.

Jadi besok, anggaplah Anda bertanggung jawab untuk melakukan riset. Bacalah tentang gerakan daur ulang yang disponsori oleh komunitas setempat kita. Pelajari lebih banyak tentang sikap para politisi terhada energi ramah lingkungan. Kunjungi nrglab.asia dan lihat SH-Box, sebuah generator listrik bebas karbon yang dapat menghasilkan listrik bagi dunia ketiga. Tapi yang terpenting adalah pertimbangkan apa dapat Anda lakukan setiap harinya untuk membantu bumi menjadi tempat yang lebih baik. Karena SETIAP hari seharusnya menjadi hari bumi. Tidak hanya tanggal 22 April saja.

Diterjemahkan dari Bahasa Inggris, artikel asli di publikasikan tanggal di 21 April: http://www.intelligentutility.com/blog/13/04/earth-day-2013-shouldnt-it-be-every-day

Hari Bumi, Hari Bumi 2013, Hari Bumi 2014, NASA, Earth day, earth day network, earth day 2013, earh day 2014, sh-box, SETIAP, nrglab, energi, industri energi ]



Monday, 14 October 2013

Industri Energi Britania Raya Diambang Kehancuran?

Industri energi Inggris Raya berisiko kolaps apabila pemerintahnya tidak dapat mencapai kesepakatan dalam hal titik harga listrik £14 miliar yang direncanakan dari PLTN di Hinkley Point dengan EDF Energy. 


Menurut Lord Hutton, kepala Asosiasi Industri Nuklir, ketegangan dalam negosiasi dapat membuat takut para calon investor untuk berinvestasi dalam proyek-proyek energi lainnya. “Apabila tidak ada kesepakatan yang dapat dibuat untuk nuklir baru, apakah bisa ada kesepakatan untuk tenaga angin lepas pantai atau pengumpulan dan penyimpanan karbon?”

Apabila negosiasi-negosiasi gagal, masa depan EDF yang berpengaruh di Inggris Raya bakalan tidak pasti. Saat ini, EDF memegang delapan PLTN, mempekerjakan lebih dari 200.000 orang dan melayani 5,7 juta pelanggan diseluruh Inggris Raya. Namun, PLTN-PLTN yang ada diperkirakan akan berhenti menghasilkan listrik dalam waktu sepuluh tahun mendatang. Lalu bagaimana selanjutnya?

Lord Hutton sedang mengadakan pertemuan dengan para jajaran eksekutif EDF Perancis dan juga Energy Secretary Inggris Raya, Stephen Lovegrove, dan Treasury Minister, Lord Deighton.  Negosiasi berpusat pada jaminan titik harga untuk listrik selama 30 tahun mendatang – harga di mana pemerintah berencana untuk memberi subsidi melalui pajak energi.

Namun, kedua belah pihak berbeda pendapat dalam hal biaya operasional untuk PLTN dan IRR bagi EDF. Menurut perkiraan Hutton sekitar £3 miliar dapat dipangkas dari biaya konstruksi karena desain sebelumnya dan pengembangan fasilitas nuklir Inggris lainnya. “Tenggat waktu adalah yang terpenting dan diperlukan,” dia menekankan. “EDF Energy telah menghabiskan £1 miliar dan saat ini proyek membebani perusahaan £1 juta setiap harinya.” (Artinya lebih dari £100 juta yang dikeluarkan EDF sejak mereka gagal memenuhi tenggat waktu untuk membuat kesepakatan dari Desember silam!)
CEO EDF, Henri Proglio, minggu lalu mengatakan bahwa ia mengharapkan kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan “dalam waktu sebulan.”  Ini setelah EDF melewatkan tenggat waktu Maret lalu.  

Kritik tentang kesepakatan dengan EDF mengatakan bahwa kesepakatan apapun yang dihasilkan akan memperbudak para konsumen di tahun-tahun mendatang, memaksa mereka membayar miliaran poundsterling kepada Prancis. Mereka juga mengatakan kemajuan dalam industri gas sebagai, berpotensi, menjadi solusi masa depan yang lebih terjangkau.

Namun, baik nuklir maupun gas alam sama-sama merupakan sumber energi yang menghasilkan EMISI KARBON. Jika salah satu yang menjadi industri utama di Inggris, maka hanya akan menjadi penyumbang efek spiral pemanasan global.

“Biarkan saja pada masing-masing perangkatnya, pasar tidak akan memilih untuk berinvestasi pada infrastruktur rendah-karbon yang padat modal,” ujar Hutton.  “Ini akan membawa kita ke masa depan yang semakin bergantung pada impor gas yang mengandung banyak karbon dan berbahaya. Jelas-jelas ini adalah arah yang salah untuk diikuti, dan itulah sebabnya kita tidak boleh melupakan hal ini dalam negosiasi-negosiasi saat ini“.

Ia benar. Meskipun kita telah bergantung pada bahan bakar fosil sejak Revolusi Industri bukan berarti kita terpaksa menyerah pada permintaan tidak masuk akal dari para eksekutif korporasi yang kemaruk. Pasar bebas seharusnya benar-benar bebas. Orang-orang seharusnya bebas untuk memilih pemasok energi mereka sendiri. Seharusnya mereka bebas dari rasa takut untuk berinvestasi dalam teknologi baru yang inovatif.
Teknologi seperti SH-box dari NRGLab yang bebas emisi. Ringan. Hemat biaya. Pelajari selengkapkan dengan mengunjungi situs web nrglab.asia, sebelum krisis energi menghampiri Anda dan rumah Anda.

Diterjemahkan dari Bahasa Inggris, artikel asli di publikasikan tanggal di 14 April: https://officialnrglab.wordpress.com/2013/04/14/u-k-s-energy-industry-on-the-verge-of-collapse/


industri energi, Departemen Energi AS, energi, alternative energy, PLTN, Hinkley Point, EDF Energy, Asosiasi Industri Nuklir, Stephen Lovegrove, nrglab sh-box, sh-box, nrglab ]