Showing posts with label NOAA. Show all posts
Showing posts with label NOAA. Show all posts

Monday, 9 September 2013

Emisi Karbon Yang Di Luar Kendali

Menurut penelitian yang diterbitkan oleh National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), emisi karbon telah meningkat hampir tiga juta ppm (part per million) dari tahun lalu hingga sekarang – lonjakan terbesar kedua dalam lima puluh tahun terakhir. ‘Parts per million’ itu setara dengan jumlah partikel karbon relatif terhadap oksigen di atmosfer – artinya udara yang kita hirup perlahan-lahan menjadi kurang bisa dihirup.


“Memangnya kenapa?” Anda bertanya. “Itu kan hanya udara saja…”

Begini, kenaikan ini juga berarti “prospek untuk menjaga target perubahan iklim tetap di bawah 1,9 derajat menjadi hilang begitu saja,” ungkap Pieter Tans, salah seorang ilmuwan NOAA yang beroperasi dari Laboratorium Climate Monitoring and Diagnostics.  Kenaikan ini juga 41% lebih tinggi daripada selama periode praindustri.  Sejak saat itu suhu global telah menaik 0,7 derajat Celsius.

John Reilly, Co-Director Science and Policy dari Global Change, memperkirakan bahwa suhu akan meningkat antara 1,3 dan 2,3 derajat Celsius antara sekarang dan tahun 2050. Kalau terjadi begitu, dunia akan menjadi seperti apa?

Produksi bahan makanan akan menjadi tidak stabil karena pola cuaca yang tidak bisa diprediksi. Badai super akan berhenti menjadi ‘super’ – badai hanya akan menjadi normal. Samudera-samudera akan menaik. Akan lebih banyak sinar UV yang menembus atmosfer, yang berarti makin banyak kasus kanker kulit. Premi asuransi akan lebih tinggi. Mengarah pada reformasi medis. Dan pajak lebih tinggi.

Efek pemanasan global melebar jauh melampaui masalah lingkungan, yang seharusnya menjadi perhatian utama masyarakat. Namun, bagi mereka di luar sana yang kesulitan melihat dua puluh lima tahun atau lima puluh tahun ke depan, coba tanyakan pada diri sendiri mengapa tagihan energi dan pajak semakin bertambah pada periode ketika bumi semakin menghangat.

Semuanya saling berhubungan. Ini bukan hanya prinsip filosofi semata: ini merupakan sebuah aspek kehidupan kita sehari-hari. Kami telah mengenali sumber lonjakan emisi karbon: bahan bakar fosil. Bagaimanapun, negara-negara canggih seperti Singapura dan Jerman bekerja ke arah sumber-sumber energi alternatif, memperhatikan masalah konsumsi; negera-negara berkembang, dalam upaya mengejar ketertinggalan mereka, justru membakar minyak lebih banyak daripada sebelumnya.

Sekali lagi (dan tidak untuk menekankan intinya terlalu jauh), krisis iklim yang saat ini kita hadapi tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu bangsa saja. Hal ini memperlukan kerja sama – kemitraan publik, swasta, dan federal bersama-sama menghadapi kenyataan pahit akibat konsumsi minyak yang seenaknya terhadap dunia kita.

Dengan memperkenalkan SH-box ke pasaran, tujuan NRGLab adalah membuat pemanasan global bergeming. Mempertahankan kenaikan suhu di bawah 1,9 derajat Celsius akan memungkinkan dunia untuk memusatkan perhatian untuk menyelesaikan berbagai masalah fundamental lain yang kita hadapi saat ini. Seperti perang. Ketidaktoleransian antar agama. Reformasi pendidikan. Pemanasan global hanya sebuah permulaan saja.


Diterjemahkan dari Bahasa Inggris, artikel asli di publikasikan tanggal di 7 Maret http://www.energybiz.com/blog/13/03/carbon-out-control?quicktabs_4=0&quicktabs_11=1

emisi carbon, NOAA, National Oceanic and Atmospheric Administration, John Reilly, Global Change, sh-box, nrglab, nrglab ana shell, nrglab sh-box ]

Thursday, 1 August 2013

Bagaimana pemanasan global merugikan pertumbuhan kerja

Anda mungkin bukan seorang aktivis  lingkungan. Tidak apa - apa. Mungkin, Anda masih saja belum percaya meskipun dengan begitu banyaknya bukti mengenai pemanasan global.  Mungkin Anda berpikir masih ada masalah lain yang lebih mendesak untuk ditangani. Seperti masalah ekonomi, dan tingkat pengangguran.  Yah, memang kenyataannya semua masalah tersebut saling berkaitan.

Selama enam puluh tahun terakhir, pemanasan iklim bumi yang terus menerus telah memotong jumlah pekerjaan fisik yang dilakukan hampir 10%-nya. Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration, persentase tersebut bisa naik dua kali lipat pada tahun 2050. Semakin sedikit pekerjaan yang harus dikerjakan, semakin sedikit pula lapangan pekerjaan yang bakal tersedia. Pemanasan global merupakan bahaya yang jelas bagi kelompok pekerja kerah biru, yang juga dikenal sebagai kelompok 99%. Yang 1% merupakan kelompok CEO yang mungkin hanya merasakan sedikit perubahan penghasilan mereka ketika harga saham di pasar bursa anjlok.  Tapi mereka tidak akan kehilangan pekerjaan mereka.  Mereka tidak perlu memikirkan cara memberi makan keluarga mereka.  Mereka akan baik-baik saja.
Sedangkan bagi seluruh dunia, udara hangat di atmosfer menyimpan uap air lebih banyak dan lebih lama. Siapa pun yang pernah mengunjungi negara bagian Florida akan memberitahu Anda bahwa kelembaban bukanlah hal yang bisa dianggap remeh. Kelembapan menciptakan lingkungan kerja yang penuh tekanan dan memaksa pengawas untuk mengurangi jam kerja dan pekerja.
Jika suhu rata-rata bumi meningkat 6 derajat  Celcius, bekerja di musim panas akan hampir mustahil. Dari pelabuhan New York sampai pantai Kalifornia, para pekerja akan dipaksa untuk bertahan dalam udara panas yang "lebih dari  yang pernah dialami di dunia saat ini", kata John Dunne, seorang wakil dari NOAA. Menurut prediksi Dunne, New York akan menjadi seperti Arab Saudi. Satu-satunya cara untuk menjaga agar hal ini tidak terjadi adalah dengan membatasi pemanasan global menjadi kurang dari 3 derajat Celcius.
Suhu bumi telah meningkat sekitar 0,7 derajat Celsius  setiap tahun sejak munculnya industri manufaktur.  Jika tingkat kenaikan terus berlanjut seperti ini, skenario terburuk Dunne mungkin akan menjadi kenyataan.
Pantai barat Amerika Serikat dan Eropa Utara kemungkinan akan menjadi dua daerah yang paling terpengaruh oleh kenaikan kelembapan ini. Selama gelombang panas tahun 2003, 70.000 orang Eropa meninggal karena kelelahan udara panas.  Itu sepuluh tahun yang lalu. Bayangkan kerusakan seperti apa yang akan ditimbulkan oleh gelombang panas berikutnya.
Jika kita ingin mengikuti saran Dunne dan menjaga pemanasan global ke tingkat minimal selama empat dekade berikutnya, kita harus muncul dengan sumber energi alternatif. Minyak dan emisi karbon dari bahan bakarlah yang membawa kita ke dalam kekacauan ini. Apakah kita benar-benar berpikir minyak dan emisi karbon dari bahan bakar yang akan membawa kita keluar dari masalah ini?
Memotong tidak akan mengungari pemanasan global.  Dengan tingkat pemanasan yang tumbuh secara eksponensial, langkah-langkah drastis diperlukan untuk memutarbalikkan infrastruktur kita, sebelum terlambat, dan terlalu panas untuk bekerja dalam mencari solusi.  Perusahaan seperti NRGLab telah mendedikasikan dirinya untuk mengembangkan energi alternatif praktis.  Bergabunglah dengan mereka dalam upaya untuk menyelamatkan dunia, satu SH Box pada waktu bersamaan.
Diterjemahkan dari Bahasa Inggris, artikel asli di publikasikan tanggal di 26 Februari: http://nrglabjohnwish.wordpress.com/2013/02/26/how-global-warming-hurts-job-growth/
[ pemanasan global , pertumbuhan kerja, NOAA, John Dunne, Amerika Serikat, Eropa Utara, nrglab, nrglab pte ltd, nrglab sh-box, nrglab сингапур, nrglab singapore ]